Fenomena Banjir Jakarta Sudah Sejak Jaman Belanda

Fenomena banjir Jakarta bisa dibilang sebagai masalah tahunan yang tidak kunjung bisa terselesaikan. Terlepas dari bagaimana usaha pemerintah dan juga revolusi mental para masyarakat Ibukota. Masalah banjir di Jakarta ini tampaknya menjadi salah satu fenomena yang tidak bisa dihindari. Sampai ada sebuah tulisan yang menyebutkan bahwa fenomena banjir Jakarta ini bahkan sudah ada sejak jaman pendudukan Belanda, benarkah demikian? Berikut artikel selengkapnya:

Sejarah dan Awal Mula Fenomena Banjir Jakarta

Bicara soal banjir di Jakarta, rasanya kurang lengkap jika kita tidak membahas tentang sejarah di balik fenomena banjir di Jakarta. Yap, seperti yang sudah disebutkan di atas tadi. Banjir di Ibukota ini sudah terjadi sejak jaman penjajahan Belanda dulu. Hal ini bahkan telah dibahas dalam sejumlah literatur. Seperti misalnya ‘Batavia Kota Banjir’, karya Alwi Shahab dan buku ‘Jakarta: Sejarah 400 Tahun’ karya Susan Blackburn.

Dalam buku-buku tersebut dijelaskan bagaimana banjir telah menjadi masalah yang cukup serius di Jakarta. Dan semua akar permasalahan bermula dari banyaknya pertanyaan para pakar sejarah. Pertanyaan tersebut adalah tentang mengapa seorang Jendral Hindia Belanda, Jan Pieterszoon Coen memilih Batavia sebagai pusat pemerintahan.

Kondisi geografis yang sangat tidak cocok sebagai Kota yang menjadi pusat pemerintahan menjadi alasannya. Seperti yang kita semua ketahui (atau mungkin jika anda belum mengetahuinya), sebagian besar wilayah Jakarta (dulu Batavia) merupakan bekas daerah rawa-rawa.

Fakta Menarik Tentang Fenomena Banjir Jakarta

Staff Penerangan Amerika Serikat Salahkan  Jan Pieterszoon Coen

Fenomena Banjir Jakarta Sudah Sejak Jaman Belanda

Seorang staff dari Lembaga Penerangan Amerika Serikat sempat menyatakan pendapatnya soal bagaimana seorang Gubernur Jendral Hindia Batavia, Jan Pieterszoon Coen. Menurutnya, Jan Pieterszoon Coen salah mengambil keputusan untuk memilih Jakarta/Batavia sebagai ibukota Hindia Belanda kala itu.

“Coen telah mendirikan kota di atas rawa-rawa. Andai saja dirinya memilih lokasi lain yang memiliki dataran lebih tinggi, masalah ini setidaknya dapat dikurangi. Dan juga hal ini tidak memusingkan pemimpin selanjutnya.”

Jakarta Sudah Banjir Sejak Jaman Kerajaan Tarumanegara

Fenomena Banjir Jakarta Sudah Sejak Jaman Belanda

Pada Prasasti Tugu di Jakarta Utara tertulis bahwa Raja Purnawarman, Raja Tarumanegara pernah memerintahkan penggalian sepanjang 12 km terhadap Kali Chandrabagha (Bekasi) dan Kali Gomati (Tangerang) sepanjang 12 km untuk mengatasi persoalan banjir. Sangat masuk akal, mengingat saat itu wilayah Jakarta saat ini merupakan bagian dari kerajaan Tarumanegara.

Total 66 Gubernur Jendral Hindia Belanda Gagal Atasi Masalah Banjir

Fenomena Banjir Jakarta Sudah Sejak Jaman Belanda

Jika kalian menganggap bahwa gubernur DKI Jakarta saat ini telah gagal mengatasi persoalan banjir, tidak perlu heran. Sebab faktanya sebanyak 66 orang Gubernur Jendral Hindia Belanda sejak jaman dulu telah gagal mengatasi fenomena banjir Jakarta. Jadi kalau misalnya pemerintah saat ini kesulitan mengatasi banjir, rasanya wajar saja.

Banjir Jakarta Terparah Terjadi Pada 1872

Fenomena Banjir Jakarta Sudah Sejak Jaman Belanda

Batavia pernah mengalami banjir terdahsyat pada tahun 1872. Sluisbrug (Pintu air) di depan Istiqlal sekarang, jebol. Kali Ciliwung meluap dan merendam pertokoan serta hotel di Jl. Gajah Mada dan Hayam Wuruk. Bukan cuma itu, kawasan Harmoni, Rijswik (Jalan Veteran), dan Noordwijk (Jalan Juanda) juga mengalami juga lumpuh diterjang banjir saat itu.

Grand Design Penanganan Banjir Jakarta Tahun 1895

Fenomena Banjir Jakarta Sudah Sejak Jaman Belanda

Jika saat ini setiap hujan kita selalu was-was menunggu kabar berita tentang pintu air Bogor, ternyata hal tersebut memiliki sejarah yang cukup panjang di baliknya. Pada tahun 1895 pemerintah kolonial Belanda mencoba merancang grand design untuk menanggulangi persoalan banjir.

Grand design ini meliputi pembangunan di daerah hulu kawasan Puncak hingga hilir daerah estauria Jakarta Utara. Pemerintah kolonial Belanda sadar jika Batavia memang daerahnya berawa-rawa dan banyak memiliki situ. Untuk itu untuk menanggulangi persoalan banjir di kota ini perlu adanya sinergisitas dengan wilayah di sekitar Jakarta.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *