Kasus Pengaturan Skor PSSI Mulai Naik ke Permukaan

Kasus Pengaturan Skor PSSI Mulai Naik ke Permukaan

Belum lama ini, publik dikejutkan dengan munculnya kasus pengaturan skor PSSI ke media. Hal yang tadinya tabu, semua terbuka begitu gamblang ketika program siaran televisi Mata Najwa mengangkat hal ini menjadi tema salah satu episode mereka. Dan berikut adalah pembahasan tentang kasus pengaturan skor PSSI selengkapnya.

Manajer Madura FC Bongkar Kasus Pengaturan Skor PSSI di Acara Mata Najwa

Kasus Pengaturan Skor PSSI Mulai Naik ke Permukaan

Seperti biasa, program dibuka dengan menampilkan cuplikan kompilasi video tentang bagaimana perkembangan sepakbola di tanah air. Setelah itu disambung dengan monolog pembuka dari Najwa Shihab selaku tuan rumah acara tersebut. Segmen pertama pun dimulai, pertanyaan langsung ditujukan kepada manajer Madura FC, Januar Herwanto.

Najwa Shihab hanya memberi sebuah pertanyaan singkat kepada Januar, “Saya minta anda bercerita tentang kronologis, tentang apa yang anda alami dan anda ketahui terkait upaya pengaturan skor di Liga 2?”.

“Jadi waktu kita babak penyisihan, waktu itu Madura FC akan away ke Sleman. Di situ ada salah satu Exco nelpon saya sebelum saya berangkat ke Surabaya, mau janji ketemu di Juanda. Tapi kemudian saya menolak dengan halus,”.

“Akhirnya saya tiba di Jogja, kemudian dia nelpon. Dan terjadilah itu minta agar Madura FC mengalah. Nanti Sleman juga akan mengalah ketika mereka away ke Sumenep. Tapi kami gak mau, waktu itu mereka sampai mengeluarkan angka untuk menjamin bahwa Sleman ketika ke sana akan mengalah. Mengeluarkan angka 100 juta,” jelas Januar.

“Seratus juta untuk anda?” sela Najwa.

“Iya, tapi saya gak mau, Saya bilang, bos saya kaya,” manajer Madura FC tersebut menjawab pertanyaan Najwa.

Kemudian Januar juga menambahkan dengan menirukan apa yang dikatakan oleh oknum Exco tersebut. Dirinya mengatakan bahwa sang Exco PSSI tersebut melarang dirinya untuk memberitahukan hal ini ke klub. Namun Januar teguh pada pendiriannya untuk mem-blow up skandal ini. Tidak sampai di situ, bahkan sang oknum sempat menaikan bargain mereka hingga mencapai angka 150 juta rupiah.

Mantan Mafia Match Fixing Buka-Bukaan Soal Bandar Judi Kamboja

Kasus Pengaturan Skor PSSI Mulai Naik ke Permukaan

Selain manajer Madura FC, pihak Mata Najwa juga turut mengundang salah satu mantan pelaku atau mafia match fixing. Pria bertubuh tambun berkepala plontos tersebut bernama Bambang Suryo. Dirinya mengaku sempat terlibat bahkan berkecimpung di bidang pengaturan skor atau match fixing tersebut. Tanpa basa-basi, Najwa pun melempar pertanyaan kepada Bambang.

“Mas Bambang, anda kan mantan pengatur skor. Bahwa permainan ini melibatkan pihak Exco. Apakah hal ini mengagetkan, atau anda juga sejak dulu sudah ada kecurigaan. Bahwa kasus pengaturan skor PSSI ini levelnya tinggi nih yang bermain?” tanya Najwa.

“Dari dulu sampai sekarang itu sama levelnya. Jumlah angka yang dipertaruhkan pun juga kurang lebih sama. Namun jaman dulu, ketika masih jaman Pak Nyalla, mafia itu dikejar-kejar mbak. Beda dengan sekarang kan, mafia skor itu dibiarkan,” ujar Bambang.

“Siapa yang membiarkan mas?” sambung Najwa.

“Ya PSSI lah, siapa lagi? Ini saya berbicara fakta, karena bandar dari Bet 365 dari Kamboja bernama Tony, pernah menghubungi saya. Saya diajak bertemu di Ritz Carlton Jakarta waktu itu, semua dibiayai oleh mereka, tapi saya gak mau,” jawab sang mantan mafia match fixing tersebut.

“Iya, lalu apa hubungannya dengan kasus pengaturan skor PSSI ini mas?” sela Najwa kemudian.

“Ya itu berarti kan ada pembiaran dari PSSI. Artinya mereka melindungi pihak-pihak semacam ini dan juga tim yang terlibat di dalamnya. Bahkan jika ada tim yang tidak bisa mereka ajak kerjasama, bukan tidak mungkin jika tim tersebut akan disingkirkan,” lanjut Bambang Suryo.

Kesimpulan Yang Bisa Kita Ambil Dari Hubungan Kasus Pengaturan Skor PSSI dan Bandar Judi Bola Internasional

Kasus Pengaturan Skor PSSI Mulai Naik ke Permukaan

Mungkin sebagian dari kita akan sedikit bingung jika menonton video Mata Najwa episode PSSI Bisa Apa tersebut. Terlihat dari jawaban Bambang Suryo yang terkesan ngalor ngidul, melenceng dari apa yang dipertanyakan oleh Najwa Shihab. Namun sebelum kita menghakimi lebih jauh lagi, ada hal menarik yang perlu kita perhatikan.

Hal tersebut adalah, apa yang disampaikan oleh Bambang Suryo dalam diskusi kasus pengaturan skor PSSI ini murni tentang apa yang dirinya ketahui lewat pengalamannya. Seperti yang sudah disebutkan di atas tadi, dirinya merupakan mantan mafia pengaturan skor dulunya. Kita bisa melihat bagaimana Bambang selalu membawa nama bandar judi kamboja seperti Bet 365 dalam video tersebut.

Nah sekarang mari kita telaah, apa sebenarnya hubungannya:

  1. Dalam bisnis judi bola online, seperti SBOBET misalnya. Odds atau pasaran taruhan dalam setiap pertandingan tidak serta merta ditentukan begitu saja.
  2. Cara sebuah bandar judi menentukan odds pun bermacam-macam, ada yang menggunakan cara bersih, seperti analisis statistik dan juga cara kotor.
  3. Teknik analisis secara statistik sedikit banyak memang membantu menentukan pasaran taruhan bola dalam sebuah bandar judi online. Namun tetap saja hal tersebut memiliki ruang error (alpha) yang cukup besar.
  4. Hal ini tentu berbeda ketimbang menentukan odds pasaran bola SBOBET terpercaya tersebut secara langsung. Bagaimana caranya?
  5. Caranya ya itu tadi, dengan menyuap sejumlah pihak yang terlibat dalam sebuah pertandingan. Dengan harapan skor pertandingan bisa berjalan sesuai dengan kemauan bandar. Nah, hal ini lah yang menjadi hubungan antara bandar judi bola dengan kasus pengaturan skor PSSI yang viral beberapa waktu lalu ini.